6
Selimuti Pikiranmu dengan Berpikir Positif | Permasalahan hidup yang kita rasakan begitu banyak, begitu berat, begitu tragis seakan masalah kita yang sangat berat dibandingkan masalah orang lain. masalah yang dirasakan itu datang dari berbagai aspek baik itu aspek ekonomi, politik, budaya, sosial, kesehatan dan ideologi banyak macamnya. Namun perlu kita ketahui setiap manusia yang di ciptakan pasti memiliki masalah dan sesuatu hal yang diinginkan nya. Maka dari itu mulailah mengubah hidup anda dengan berpikir tenang kebaikan dalam hidup anda. Sebnarnya perlu kita sadari adanya kekuatan alam dan semesta ini, semesta bagaikan cerminan dari kita. jika kita memberikan energi yang positif maka energi serupa yang akan dipantulkan oleh semesta.

 

Kekuatan pikiran itu sangatlah besar, ini adalah energi yang tidak pernah habisnya atau tanpa batas yang kita miliki. satu cerita yang membuktikan bahwa kekuatan pikiran akan berdampak pada kehidupan realita.

Saya memiliki teman bernama Dwi Ayu, dia hidup dengan serba kecukupan dibidang materi. Suatu hari dia kehilangan hp dan membeli handphone BB yang baru, lalu beberapa bulan yang lalu dia berkata  kepada saya“Teman kamu harus menyalin semua nomor hp yang ada di hpmu buat antisipasi ketika hpmu hilang, dia selalu mengingatkan saya tentang kehilangan Hp. Perkataan itu, seakan telah menyelimuti pikirannya dengan rasa ketakutan kehilangan hp  dan 2 bulan kemudian ternyata hp BB nya yang baru itu hilang."

 

Lalu kisah selanjutnya, pada waktu duduk dibangku SMP saya ingin sekali menjadi anak band, sampai saya selalu berpenampilan layaknya anak band, memakai baju serba hitam, aksesoris punk, dan sedikit tomboy. Namun dengan latihan gitar yang rutin dan vokal, akhirnya 2 tahun kemudian saya diajak oleh sekelompok teman saya untuk membentuk sebuah band, pada saat itu saya nyata merasakan tampil sebagai gitaris perempuan di acara gebyar musik di kota saya. Saya tidak menyangka kalo saya menjadi anak band tapi saya selalu berpikir yakin bahwa saya dapat meraihnya dan terbukti saya bisa meraihnya. Mungkin itu adalah bagian dari kekuatan pikiran yang berbalik pada pemikirnya.

 

Pertama, yang perlu kita terapkan dalam hidup ini, mulailah berpikir positif di segala hal karena dengan berpikir positif maka hal - hal positif yang berbau kebaikan akan dipantulkan di kehidupan kita.

 

Kedua, tumbuhkan rasa syukur pada diri anda, syukur disetiap apa yang anda terima dan yang kini anda miliki. Hargai keberadaannya dan ucapkan kalimat "Terima Kasih" coba anda terapkan disetiap perbuatan anda seperti mulai anda terbangun dan mnginjakkan kaki di lantai rumah anda ucapakan terima kasih, setelah anda makan ucapkan terima kasih karena dengan mngucapkan terima kasih akan menciptakan rasa syukur yang kuat sehingga kebaikan yang serupa akan bErtambah yang anda terima.

 

Ketiga, tugas anda adalah anda, jangan takut untuk memulai, jangan ragu, jangan hidup dalam khayalan belaka, jika ada kesempatan maka ambillah dan lakukan sesuai dengan keiginan anda. lakukan terserah anda karena sebenarnya keputusan anda adalah BENAR karena andalah yang mengetahui segala yang anda inginkan.

 

Mulailah dengan meminta, dengan meminta melalui pikiran maka semesta akan memberikan yang anda inginkan kemudian percaya, tidak hanya meminta tapi percaya dengan keyakinan penuh pada apa yang anda minta karena percaya itu akan mengumpulkan energi besar yang akan mngirimkannya kepada semesta dan dipantulkan kembali. Dan terakhir terimalah, terimalah apa yang telah anda miliki.

 

Jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang anda inginkan. Tetaplah berpikir positif dan pertahanlkan! Memang ada kegelisahan pada diri jika sesuatu yang diinginkan tidak terwujud tapi  coba renungkan sejenak menenangkan pikiran. Dan fokuskan kembali apa yang anda inginkan.

 

Namun dalam mewujudkan hal ini bayangkan anda telah meraihnya, dan bayangkan anda telah memilikinya sekarang. Anda adalah segalanya, jangan biarkan pikiran anda sendiri yang membuat hidup anda menderita. Ingatlah "anda hidup dimaksudkan untuk berkelimpahan" pikirkan bahwa hidup anda penuh dengan kelimpahan uang, cinta, aman, kebahagiaan dan tak terbatas sepeti yang anda inginkan.

 

Sumber : Buku The secret karangan Rhonda Byrne
readmore »
1
Kontroversi Raja Dangdut mengenai Politisasi Agama | Memang jika kita berada pada suasana kampanye, terlihat banyak metode, gaya, cara maupun strategi para calon dalam berkampanye untuk mangambil hati masyarakat. Sama hal seperti isu terhangat baru – baru ini mengenai kasus yang menimpa raja dangdut sekaligus pendakwah H. Rhoma Irama, ceramah yang disampaikannya pada saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012) dianggap berbau SARA karena dalam ceramahnya, bang Rhoma mengimbau pada para jamaah harus memilih pemimpin yang seiman, "Islam itu agama yang sempurna, memilih pemimpin bukan hanya soal politik, melainkan juga ibadah. Pilihlah yang seiman dengan mayoritas masyarakat Jakarta," ujarnya. Dakwahan ini dianggap menyinggung SARA yang memang mungkin ada pada calon gubernur lainnya.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie, menanggapi bahwasanya  isu ras, suku dan agama memang diperbolehkan namun hanya sebatas transparasi dan tidak menyudutkan calon lainnya. Bang Rhoma yang juga tim pendukung pasangan calon gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ini membantah isu ceramahnya mengandung SARA dan ceramahnya hanya membenarkan kandungan dalam Al – qur’an, namun jika bang Rhoma terbukti bersalah, dia akan dikenai sangsi.

Maka sanksi pelanggaran itu sudah dicantumkan dalam UU No 32 Tahun 2004 Pasal 116 Ayat 1 kampanye di luar jadwal, sanksi Pasal 116 Ayat 2 larangan menghasut menghina seseorang SARA dan Pasal 116 Ayat 3 larangan menggunakan tempat ibadah. Semua ancaman tersebut pidana dan denda," imbuh Ramdansyah.

Terbukti dari kasus Rhoma Irama ini masih saja ada politisasi agama, "Kasus Rhoma membuktikan agama masih menjadi alat politik. Padahal semestinya agama harus menjadi landasan, etika dan spirit dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Faozan Amar dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis, (9/8/2012).

Mungkin dari isu – isu dan pernyataan diatas membuat kita terbangun dan membuka mata kita bahwasanya dinegara ini yang memang memiliki banyak keberagaman dari ras, suku, dan agama haruslah dapat menjaga kesatuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Jangan karena perbedaan kita memunculkan perselisihan dan permusuhan. Dalam aktivitas perpolitikan biarlah berproses pada lingkup politik dan biarkan masyarakat memilih dengan hati nuraninya masing – masing, tanpa menyinggung SARA. Karena kondisi kampanye ini sangatlah sensitif dengan isu – isu yang akan menyinggung pihak calon lainnya.

Namun ada baiknya panwaslu dapat mengatasi hal ini, tidak sampai berlarut – larut mengusutnya, karena masih banyak hal – hal yang perlu di tangani  untuk kepentingan masyarakat dalam menentukan nasib Jakarta kedepannya. Marilah kita semua mengutamakan kemakmuran masyarakat yang memang mengharapkan pemimpin yang amanah dan beradab.

Semoga kasus itu dapat diselesaikan dengan mengambil keputusan yang adil sesuai dengan realitas dan bukti serta saksi yang ada. Tapi entahlah jangan sampai kasus ini juga adegan permainan politik.

 

 

 
readmore »
0
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diramaikan dengan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) | Kemarin pada bulan Juli 2012, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diramaikan oleh event nasional PIMNAS yaitu suatu acara pertemuan mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Indonesia dalam perwujudan kreativitas, kompetensi, penelitian keilmiahan yang terjadwalkan secara akademik, yang bertujuan melahirkan mahasiswa – mahasiswa yang berkompeten dibidangnya, sehingga disini mereka bisa berkompetisi secara keintelektualitasan dengan berbagai karya – karya yang ditemukannya.

Sudah seperempat abad kegiatan ini diselenggarakan dan tahun 2012 ini Universitas swasta ternama, UMY berkesempatan menjadi tuan rumah PIMNAS yang kini menjadi poros mahasiswa – mahasiswa yang memiliki kreativitas yang perlu di aplikasikan manfaatnya.

Penyelenggaraan ini memang sudah di persiapkan beberapa bulan sebelumnya, dengan dibentuk panitia untuk menyiapkan segala kebutuhan PIMNAS ini, memang sebagai mahasiswa komunikasi UMY saya merasa bangga juga karena kampus tercinta ini bisa menjadi tempat terselenggaranya event nasional yang mencakup seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Pada saat saya bertemu teman – teman dikantor BEM FISIPOL, terlihat mahasiswa ber-almamater yang beragam meramaikan lorong – lorong kampus, untuk mengikuti kompetisi yang dikondisikan oleh beberapa panitia disana.

Suatu kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan Pekan ilmiah mahasiswa Nasional ini, sehingga panitia penyelenggara yang terdiri dari dosen serta mahasiswa UMY sendiri bekerja secara maksimal, memberikan kenyamanan dan kontribusi penuh menyukseskan kegiatan ini.

Salah satu kegiatan yang berada di PIMNAS UMY yaitu pameran karya – karya dari beberapa universitas seperti IPB dengan pertaniannya, UGM, UMY, UII,ITB dan universitas lainnya yang memadati sebelah barat sportorium UMY, dengan dihibur beberapa alunan musik band, dangdut dari mahasiswa – mahasiswa , serta doorprize untuk para penonton. Saya salah satunya mendapatkan souvenir dari acara tersebut, karena menjawab pertanyaan yang dilemparkan pada penonton. Suasana PIMNAS UMY, terlihat keunikan karya dari  mahasiswa – mahasiswa yang diterpampang di stand masing -masing dan juga mengesankan teman – teman yang datang berkunjung ikut meramaikannya,  selain itu beberapa mahasiswa juga berfoto ria di beberapa icon UMY salah satunya lapangan bintang, sportorium, taman Mustafa dan tempat lainnya.

Kesuksesan PIMNAS yang ke- 25 ini juga karena partisipasi perguruan tinggi lainnya yang berkomitmen mengikuti kegiatan ini hingga akhir, sehingga  dukungan serta semangat dari mahasiswa, PIMNAS dapat berjalan sesuai dengan harapan dengan menyatukan keintelektualitas dalam bidang keilmuan melalui kompetisi.

Dengan diselenggarakannya PIMNAS di UMY ini dapat mempererat aktivitas ke-akademika mahasiswa – mahasiswa, memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya baik akademik maupun non akademik yang dapat mewujudkan mahasiswa yang berkualitas, agar dapat bersaing untuk membangun kecerdasan anak bangsa. Semoga dengan diselenggarakan PIMNAS ini tidak hanya mencetak juara semata tapi juga keeksistensiannya dalam perkembangan bidang keilmuan dinegara ini.
readmore »
0
Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Komunikasi UMY | Pada jurusan ilmu komunikasi memang banyak mata kuliah yang berkaitan dengan media, seperti mata kuliah komunikasi  massa. Pada saat semester 2 kemarin penulis dan kawan -  kawan mendapat tugas untuk berkunjung di beberapa media seperti  radio. Tujuan penulis menulis tulisan ini hanya sekedar berbagi pengalaman tentang kegiatan perkuliahan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UMY.

Memang pada saat awal kuliah semangat mahasiswa bagaikan semangat 45’ masuk kuliah, hingga memasuki semester 3 kini, selain itu mereka banyak disibukkan dengan berbagai UKM yang ada dalam lingkup komunikasi diantaranya IKOM radio, FOTKA(Fotografi komunikasi), CIKO(cinema komunikasi), KOMAKOM(Korp Mahasiswa Komunikasi) dan CEO. Sehingga mahasiswa tidak hanya mengkonsumsi kegiatan perkuliahan semata melainkan kegiatan yang juga mengasah teori yang diberikan dalam kelas dengan mengikuti berbagai UKM tersebut.

Sedikit informasi tentang jurusan komunikasi, kembali pada pengalaman penulis saat mendapatkan salah satu tugas dari mata kuliah komunikasi massa. Mata kuliah ini membawa kami pada dua radio di Yogyakarta, radio komersil dan radio komunitas.

Pertama, kami mengunjungi radio komunitas kampus UIN sunan Kalijaga Yogyakarta. Rasida singkatan dari Radio Siaran Dakwah yang didirikan pada tanggal 12 maret 2002, yang mengudara pada 107,7 FM.

Berbagi pengalaman dan informasi tentang perjalanan radio komunitas sangatlah menarik untuk digali, namun dibalik populernya radio ini memiliki tantangan dalam pengembangannya ‘tutur mas Kamal selaku mahasiswa radio komunitas tersebut.’ Penulis dan kawan – kawan sangat antusias memberikan beberapa pertanyaan mengenai program – program radio dan besarnya partisipasi pendengar pada radio ini sebagai radio komunitas. Partisipasi mahasiswa pada radio komunitas ini cukup banyak tapi untuk radio ini harus terus membuat program – program terbaru yang juga sesuai dengan jiwa remaja layaknya mahasiswa.

Kunjungan kedua kami pada radio JIZ FM, JIZ diambil dari singkatan Jogja Iztimewa, radio ini lebih

mengutamakan program musiknya (full music), yang berada pada frekuensi 89,5 FM. Sedikit berbincang – bincang dengan pihak radio bahwasanya radio JIZ bisa dibilang radio yang baru dan menyelenggarakan banyak kerjasama juga promo di beberapa acara di jogja.

Beberapa kunjungan pada media massa khususnya radio ini cukup memberikan kami informasi serta pengetahuan yang berharga, dari pengalaman kami sendiri.

hasil : wawancara mahasiswa komunikasi 2011

Memang perkembangan media sangatlah cepat dan penuh dengan inovasi baru agar dapat terus berkembang dan diminati pendengar. Dan tidak lepas dari masalah – masalah, baik internal maupun eksternal . Yang terpenting adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi pendengar. pendengar senang maka mediapun akan terus ditongkrongi.

Pada kekuatan media, khususnya radio sangat berpengaruh pada perkembangan masyarakat sekitar, begitu juga informasi yang diberikan mengenai pola hidup remaja, secara tidak langsung media telah berkuasa membentuk opini dalam pikirannya. Beberapa gabungan pikiran inilah yang membentuk opini publik yang hidup dalam masyrakat kita, Sehingga dapat kita ketahui bahwasanya peran media sangatlah besar. Maka berbaggalah menjadi mahasiswa Ilmu komunikasi  yang hidup dalam dunia media.

 
readmore »
1
Politik Pencitraan Melalui Media Massa | Pada saat saya mengikuti diskusi publik, yang merupakan salah satu program kerja BEM FISIPOL UMY 2012, khususnya program dari Divisi Pengembangan Wawasan dan Intelektual yang bekerja sama dengan Divisi Media dan Informasi. Mendorong penulis menggores sedikit tentang topik diatas.

Dengan di selenggaranya  acara ini membuka pandangan mahasiswa dan pemahaman mengenai perkembangan media. Memang jika dilihat perkembangan teknologi terkini khususnya informasi media, membuat mahasiswa begitu dilema dengan peran media saat ini yang tidak sedikit keluar dari kode etik sebagai media , seperti halnya pemberitaan – pemberitaan yang menyudutkan sebagian pihak.

Sebagai mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, merasa pencitraan politik merupakan suatu hal yang dilakukan sebagian pihak untuk membangun hubungan baik terhadap publik liwat media dengan tujuan – tujuan tertentu salah satunya tujuan pensuksesan politiknya. Kini pemberitaan terkait hal tersebut hidup dalam penayangan berita – berita di media massa, baik pada media cetak dan elektronik.

Berita – berita yang disajikan mengandung unsur – unsur sensasional. Seperti kasus kenaikan BBM, pengalihan kasus – kasus korupsi, dan lainnya, media gencar – gencar menekankan isu BBM misalnya sehingga masyarakat ter-influence dengan kebijakan ini yang mengakibatkan efek behavior pada khalayak itu terjadi, maka terjadilah demo mahasiswa dan aksi – aksi. Dari diskusi ini menurut seorang wartawan KR “bahwasanya media kini tidak dikatakan berdiri independen namun berdiri bergantung dan berpengaruh pada keinginan penanam  saham atau yang  berinvestasi pada industri/media tersebut”. Tidak hanya kepentingan politik  dari program – program televisi yang ditayangkan, tapi juga berupa sinetron dan acara reality show yang berbau mistik ini akan membentuk pola pikiran masyarakat menjadi tidak realistis,mundurnya pertumbuhan bangsa akan kemajuan berintelektual, sehingga dapat diketahui  masyakatnya ini mudah dikelabui atau bahkan ditipu.

Pertama, dari iklan ditelevisi, misalnya iklan karpet untuk shalat, yang mana jika menggunakan karpet tersebut akan lebih khusuh shalatnya,begitu penjelasannya dalam iklan tersebut. Secara tidak langsung iklan tersebut mempengaruhi paham keagamaan secara mendalam. Liwat media orang dapat menggunakan ideologi dan keyakinan sebagai pelaris sebuah reklame, namun kembali lagi pada Keterkaitan politik pencitraan saat ini. Memang tidak dapat kita pungkiri siapa yang memiliki kekuasaan dan kedudukan, maka dia yang dilayani, begitu juga dengan para politisi yang memiliki uang banyak jika ingin melakukan pencitraan diri maka dia  menggunakan media sebagai alat untuk  mencapai hal tersebut.

Komunikasi media memang sejak lama tidak dapat dipisahkan oleh politik pemerintah karena mereka juga memiliki peran dalam mengontrol jalannya pemerintah. Namun jika memang media tidak dapat independen maka bagaimana memungkinkan media lepas dari kepentingan – kepentingan politik? apakah media bekerja selalu menurut keinginan penanam modal?

Cukup berat menyikapi hal seperti ini. Namun tawaran dari seorang mahasiswa yang bernama Erik astrada (HMI ) dalam diskusi ini ia mengatakan” Di sebuah Negara bisa saja mungkin terjadi dengan menetapkan kebijakan bahwasanya seorang yang telah menjadi politisi tidak di perbolehkan memiliki saham pada industri media. Ini akan mengurangi kemungkinan – kemungkinan yang terjadi adanya campur tangan antara politik dan media yang berdampak  tak sehat di masyarakat.

Maka dari problem media saat ini, penulis yang juga mahasiswa ilmu komunikasi UMY,  yang nantinya akan berkecimpung pada dunia media juga mengkhawatirkan mau dibawa kemana kode etik media ini. Terutama  bila menjadi seorang wartawan,  maka berita yang disampaikan harus sesuai dengan fakta dan idealis, jika tidak terjadi demikian, hilanglah peran media sesungguhnya, informasi tidak lagi diakui keakuratan nya, menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, atau mungkin para politisi akan berlomba – lomba membuat medianya sendiri untuk  pencitraaan dirinya sendiri? Begitu lucunya negeri ku.

Bukan hanya hukumnya, sistem politik, tapi peran media juga telah menjadi kegundahan masyarakat dalam mencerdaskan bangsa. Jikalau seperti ini maka mau tidak mau media perlu mendominankan perannya sebagai media. Meski tidak lepas dari kemungkinan pengaruh kepentingan penanam modal, media harus memprioritaskan informasi faktual yang dalam penyampaiannya memiliki kode etik kejurnalisan.

Maka  dari hasil diskusi kami bahwasanya masyarakat terutama kaum akademisi dan kaum intelektual perlu memperhatikan, mengamati, mengkaji, serta memilah – milah informasi – informasi yang ada.

Info lengkap : http://www.umy.ac.id/fakultas-ilmu-sosial-ilmu-politik/?p=2179

 

 
readmore »
2
Soekarno Obor yang tak pernah padam bagi Negeriku Indonesia | Setelah membaca buku yang berjudul Soekarno obor yang tak pernah padam karangan seorang yang pernah bergelut di dunia jurnalistik dan perbukuan Djoko Pitono, saya melihat perjuangan seorang revolusioner besar negeri Indonesia yaitu Soekarno, dengan bukti – bukti perjuangan dan juga sang pemimpin yang hidup untuk rakyat. Walaupun namanya sempat menghilang kurang lebih 30 tahun sejak rezim soeharto yang pintar mematikannya secara perlahan seperti yang dikutip Ny. Hartini, Bung karno berkata “ Pemerintah (Soeharto) itu pinter, membuat saya seperti ikan dalam aquarium tanpa air, lambat laun akan mati” kata –kata ini yang perlu kita perhatikan, hingga kematian merenggut sang presiden pertama itu. Dan setelah rezim Soeharto, era reformasi ini banyak orang – orang yang merindukan sosok bung karno, dengan pidato – pidato yang menggetarkan setiap pelosok nusantara, sosok pemimpin yang berkharismatik, guru bahasa, berintelektual dan agamis. Sosok bung karno memang sangat dirindukan, seperti  ada seorang supir  taxi yang masih menempelkan foto bung karno di taxinya, dan teman – teman kampus saya juga menyimpan foto –foto bung karno baik beliau berpose sendiri bahkan bersama keluarganya. Kini buku – buku tentang sosok pemimpin itu banyak beredar, banyak orang – orang membicarakan tentang beliau dan perjuangannya yang membebaskan nusantara dari jerat penjajah – penjajah. Di bandingkan presiden Soeharto, jenderal yang telah berkhianat dan juga menjatuhkannya hingga membuatnya mati dengan tidak wajar, Soekarno lebih di kenang keberadaannya.

Menurut adam malik, filosofisnya bung karno ada 3 sosok cerminan. Agama dalam konsep islam, jawa dalam budha-hindu dan barat karena pemikiran – pemikirannya yang banyak dipelajari dari ilmu pengetahuan barat, seperti paham marxisme atau sosialis.

Bangkitkan rakyat dengan ramalan jayabaya

Pada dunia spiritual banyak orang Indonesia yang mempercayainya, karena hal itu ada yang terbukti. Memang kalau dipahami secara sekilas ramalan seperti ini perlu kita percayai juga. Seperti layaknya Soekarno yang sejak muda juga akrab dengan orang –orang kebatinan dan sering berkonsultasi dengannya seperti Jaro Karis, seorang dukun terkenal suku Badui di Cisemeut. Namun perlu diketahui perbedaan bung karno dengan orang lain yang dekat dengan kepercayaan tersebut adalah bung karno memilki wawasan yang luas, pemikir brilian, kutu buku, seniman, dan enak diajak bicara apa saja.

 

Memiliki lidah tajam mempersatukan rakyat

Soekarno memliki kelebihan – kelebihan lainnya yaitu penguasaan beberapa bahasa, dari keempat presiden RI hanya soeharto yang tidak terampil dalam bahasa. Media internasional menyatakan presiden soekarno mempersatukan negerinya dan memerdekakannya. kelincahannya berpidato dengan kerendahan hati serta membuatnya merasa bangga menjadi orang Indonesia bukanlah prestasi yang kecil. Mempersatukan suku,etnik, dari beragam latar belakang, tanpa menumpahkan setetes darah, hal ini tidaklah mudah. Dengan suaranya yang lantang dan menggerakkan hati rakyatnya membuat bangsa Indonesia semangat berjuang. Pidatonya membuat petani meninggalkan sawahnya, hanya ingin mendengarkan pidato bung karno. Sangat menakjubkan. Soekarno adalah jago bicara (dan tentu saja juga menulis), manusia sejagat sudah tau. Selain mahir dalam pidato bahasa Indonesia, Soekarno pandai pidato dengan menggunakan bahasa inggris dan lainnya. Bahasa – bahasa asing banyak di kuasai oleh bung karno.

Bung karno merebut  Hati America

Bung karno berkunjung ke Amerika pada Mei 1956, sambutan presiden Eisenhower, pejabat, dan pers barat sangat lah manis. Bung karno berpidato memuji pentingnya pers dalam pengaruh suatu bangsa. Pada tanggal 18 Mei 1956 di National Press Club Washinton D.C, disana ada sekitar 600 wartawan. Pers barat seluruhnya bangga dan terpesona mendengar pidato Presiden RI itu. Tetapi perlakuan pers barat malah berbalik setelah bung karno berkunjung di RRC dan Uni Soviet, pers barat membuat berita bahwasanya “presiden soekarno telah menjadi komunis dan budak Moskow”, kemudian “menonjolkan kemelaratan dan kemiskinan bangsa Indonesia sementara presidennnya  terus mengejar wanita –wanita cantik”.

Memang kita tak bisa pungkiri bahwa para petinggi suatu Negara banyak digosipkan dengan wanita – wanita cantik, namun presiden soekarno memang mngakui Ia tertarik dengan wanita cantik, namun dia tidak sembunyi – sembunyi tapi langsung menikahinya walau di kemudian harinya                                     Ia menceraikannya. Pers barat telah merusak namanya. Hal ini di manfaatkan oleh pihak – pihak amerika yang ingin menjatuhkan Soekarno. Karena memang peran Soekarno membuat Amerika resah.

Jadikan buku sebagai  Teman

Buku – buku adalah temanku, disana aku bertemu dengan orang – orang besar, buah pikiran mereka menjadi buah pikiranku, cita – cita mereka adalah pendirian dasar. Ini lah ungkapan bung karno. Dengan buku – buku beliau bisa bertemu dengan pemikiran  - pemikiran dari orang – orang terdahulu, selain menyukai buku bung karno memiliki keahlian penguasaan bahasa dan mengetahui asal muasal sejarah berbagai bahasa dunia seperti india, china, dan lainnya. Soekarno tidak hanya pemimpin yang berkharismatik dan pandai berpidato tapi beliau juga berintelektual dengan memperoleh 26 gelar doctor cari berbagai universitas ternama di negaranya masing –masing.

Namun kebanggaan seorang presiden tidak sebangga kekayaannya. Sudah terlihat soekarno adalah presiden yang paling melarat, bahwasanya peninggalan – peninggalan harta bung karno tidak banyak, layaknya presiden lainnya dan keadaan ekonomi Soekarno tersandung – sandung cukup lama. Itulah menurut pengakuan Sukmawati anak perempuan Bung karno. Namun kisah bung karno sebagai sang revolusioner pemilik lidah tajam, pemersatu bangsa tidaklah akan pernah habis, tidak pernah basi menceritakan tentang tokoh tersebut.

Pemikiran – pemikirannya perlu kita pahami adalah pemikiran pemimpin yang bisa menjadi pembantu bagi rakyatnya, namun bisa menjadikan rakyatnya tidak malu menjadi orang Indonesia. Bagaimana dengan pemimpin bangsa sekarang? Apakah membuat bangsa ini masih sebagai Macan Asia atau bahkan sebaliknya membuat bangsa ini hidup sebagai tikus Asia. Itulah Pekerjaan Rumah bagi kita pemuda – pemudi Indonesia. Teruslah berevolusi bagi hidupmu dan juga bangsamu.YAKUSA.
readmore »
0
Kasus korupsi simulator SIM ajang rebut kasus POLRI vs KPK | Adanya aroma pemberitaan korupsi simulator SIM menjadi kasus yang cukup memanas di media  massa, kasus penanganan korupsi ini pun menjadi perebutan penanganan antara dua lembaga yaitu KPK dan POLRI. Pada tanggal 30 juli 2012 KPK telah melakukan penyelidikan di Korlantas Polri selama hampir 24 jam, namun tidak berjalan dengan lancar karena memang pihak mabes menghalangi proses penggeledahan dengan alas an mereka juga menyelidiki kasus yang sama. Walaupun pihak KPK telah mengumpulkan barang bukti tapi pada hari itu mereka tidak dapat membawa barang bukti dan pulang dengan tangan hampa. Kemudian semakin hari kasus ini semakin memanas dengan perebutan penanganan kasus tersebut.  Ada beberapa pejabat polri berbintang yang diseret oleh kasus korupsi ini, menurut pemberitaaan TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian menonaktifkan tiga perwira polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM. "Sudah dinonaktifkan oleh Kapolri sejak kemarin," ujar Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman kepada Tempo, Sabtu, 4 Agustus 2012.

Kini KPK telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus ini diantaranya yaitu Wakil Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo, Ketua Primer Koperasi Polisi Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan, Djoko Susilo, Gubernur Akademi Kepolisian,. Disusul serta dua dari pihak swasta, yakni Sukotjo S. Bambang dan Budi Susanto. Dari pemberitaan pada berbagai media massa bahwa pembiayaan proyek ini bernilai miliaran rupiah dan ditranfer di beberapa pihak di jajaran polri, belum lagi uang keuntungan dari CMMA yang memenangkan tender proyek simulator SIM ini mengalir di lingkungan polri, cukup menakjubkan tingkah pejabat kita.

Dilihat dari pemberitaan kasus diatas jelas menjadi buah bibir di lingkungan masyarakat atas keberadaan kasus ini, tingkah permainan pejabat Negara sangat disayangkan, karena mereka merupakan lembaga yang menjadi tempat bernaungnya masyarakat, tempat mengadunya masyarakat tapi tindakannya malah membuat masyarakat semakin gerah dan kecewa dengan adanya kasus seperti ini di mabes Polri, apalagi ditambah persoalan antara KPK dan polri yang seakan – akan keduanya sedang memperebutkan bola emas untuk ditembakkan kegawang penyelidikan. Padahal dalam UU KPK no 30 tahun 2002, KPK diberi kewenangan lebih khusus bila ada kasus yang ditangani dengan objek yang sama.

Persoalan kedua lembaga ini dalam menangani kasus korupsi simulator SIM ,masih menjadi sedikit permasalahan, pada tanggal 30 Agustus 2012, Kabareskrim Komjen Pol Sutarman menggelar jumpa pers. Dia tak mengindahkan kritikan sejumlah pihak dengan menegaskan tetap menyidik kasus Korlantas Polri. Sutarman mengklaim melakukan penyelidikan lebih dulu. Belakangan klaim ini dibantah oleh KPK.
Sutarman juga menganggap KPK menyalahi etika dalam MoU antar penegak hukum. Bahkan dia mengancam bila barang bukti di KPK tak bisa diakses oleh polisi, akan menerapkan pasal menghalangi penyidikan.

Kepada KPK perlu menyelesaikan kasus ini karena memang sebagai lembaga pemberantasan korupsi dan polri sebagai lembaga keamanan serta penyidik perlu juga mengawasi kasus ini namun disisi lain harus kita patuhi kembali aturan UU KPK no 30 2002 memberikan kewenangan khusus terhadap KPK. Tetapi tidak menutup kemungkinan kedua lembaga tersebut dapat berjalan bersama dalam penyelidikan kasus ini, dan diharapkan keduanya dapat menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan tuntas. Dengan gerakan dinamis yang progresif dalam menyusut kasus korupsi karena setiap kasus – kasus korupsi di negeri ini selalu hilang dari pemberitaan media massa dengan ketidak tuntasan dan ketidakjelasan yang terpublik.

harapan besar untuk para lembaga penyidik memberikan pengabdian pada masyarakat dan bangsa dalam menyelesaikan kasus –kasus kebejatan kaum elit yang memakan darah daging kesejahteraan rakyat negeri ini. Tapi bagaimana perkembangan kasus ini kita saksikan saja….

 
readmore »